Artikel Program Kerja : HIMASIGi Bergerak Bersama Bantu Pangan Mereka

Artikel Program Kerja : HIMASIGi Bergerak Bersama Bantu Pangan Mereka

Yaaaaa! 2020, tahun kembar yang terdapat banyak kejadian yang kurang menyenangkan. Sejak awal tahun ini saja sudah digemparkan oleh pandemi covid-19 yang membuat semua orang menjadi khawatir sekaligus waspada karena penularannya yang sangat mudah dan masif. Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 ini pemerintah membuat kebijakan physical distancing yang mana menganjurkan masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah dan menghindari keramaian. Dengan adanya kebijakan physical distancing tersebut sangat memberi dampak terhadap  aspek ekonomi masyarakat. Sehingga adanya Covid-19 tidak hanya membahayakan masyarakat dalam aspek kesehatan saja namun juga secara ekonomi.

Dampak pada aspek ekonomi disini terlihat dari banyaknya perusahaan yang harus mengurangi karyawannya (PHK) dikarenakan mengalami kerugian dan berkurangnya pendapatan yang didapat masyarakat, khususnya bagi mereka yang bekerja pada sektor informal. Maka dari itu, Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa HIMASIGI berinisiatif untuk membuat kajian bertajuk JERAT. Dalam kajian JERAT diangkat isu mengenai dampak yang secara tidak langsung ditimbulkan oleh Covid-19. Dilaksanakan secara daring, kajian tersebut mengundang salah satu dosen Sosiologi Universitas Brawijaya yaitu Lutfi Amiruddin.

            Setelah kajian daring JERAT berhasil diselenggarakan, Lutfi Amiruddin atau biasa disapa dengan Mas Lutfi berdiskusi dengan Badan Pengurus Harian (BPH) HIMASIGI terkait penyelenggaraan donasi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Masyarakat yang menjadi sasaran berada di RW 06 Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Hal ini diketahui dari Aprilia Trias yang juga merupakan istri dari Mas Lutfi yang kebetulan memiliki kenalan Ketua RW  di wilayah tersebut. Sebelumnya Badan Pengurus Inti (BPI) dan BPH HIMASIGI memang sudah berencana untuk menggalang donasi bersama ACT Malang. Namun dikarenakan pertimbangan  alur pemberian donasi,  akhirnya BPI dan BPH HIMASIGI setuju untuk melakukan penggalangan donasi mandiri yang kemudian hasilnya akan diberikan kepada warga RW 06 Kelurahan Jodipan yang mayoritas bekerja sebagai pedagang keliling, buruh, ojek online, kuli bangunan dan tukang becak.

Penggalangan donasi tersebut  dilakukan mulai tanggal 25 April 2020  – 5 mei 2020, dan diperpanjang menjadi 8 Mei 2020 – 12 Mei 2020. Hasil penggalangan donasi mencapai Rp. 2.440.000 dan disalurkan langsung oleh BPH dan staff ahli HIMASIGI ke RW 06 Kelurahan Jodipan pada tanggal 14 Mei 2020 dalam bentuk bahan-bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, kecap manis, gula,garam dan mi instan.

Salah satu panitia penyelenggara donasi sekaligus Koordinator Bidang Sosial Masyarakat, Meity berharap kondisi Covid-19 yang menyulitkan masyarakat dapat segera berakhir “Jelas harapannya semoga kondisi ini bisa cepet-cepet hilang supaya kita semua bisa balik lagi ke aktivitas kayak dulu. Karena kondisi ini sangat amat berpengaruh sama semua aspek jadi gak cuma aspek kesehatan doang. Jadi harapannya kita bisa cepet-cepet pulih supaya aspek-aspek yang udah kena bisa berjalan lancar lagi”. Aamiin… Semoga cepat pulih keadaan, dan stay safe ya! (jasmine)

Movie of The Month : The Host oleh NHS Pratiwi

Movie of The Month : The Host oleh NHS Pratiwi

Resensi Film ‘‘The Host’’


Judul               : The Host/ Gweomul/ 괴물 (South Korean)

Sutradara         : Bong Joon Ho

Genre              : Horor dan Komedi (film semi fiksi)

Durasi              : 2 Jam 1 Menit

Th. Produksi    : 2006

Beranjak sejenak dari keresahan pandemic covid19 yang banyak mengungkap konspirasi dan memunculkan cocoklogi dengan berbagai ilustrasi film. Dalam tulisan kali ini alih-alih membahas menenai film dengan potensi polemic kesehatan dunia, penulis berusaha beralih pada isu mengenai protes alam terhadap peradaban manusia. Berangkat dari film ‘‘The Host’’ yang merupakan salah satu film yang diproduksi oleh Negara Korea ini, dalam tulisan ini penulis berusaha memberikan sedikit ulasan menganaai apa yang perlu digaris bawahi dalam memaknai sebuah film. Bercerita mengenai perjalanan tokoh utama dalam menyelamatkan salah satu anggota keluarganya yang diculik oleh monster besar penghuni sungai, ‘‘The Host’’ yang merupakan serial film keluarga ini digambarkan dengan plot maju dan disajikan secara epik dengan memadukan visual animasi berupa kehadiran sosok monster yang dipadukan dalam kehidupan nyata atau realitas korea, Disutradarai oleh Bong Joon Ho dan berlatarkan sungai Han dan sekitarnya film ini berhasil di produksi oleh Chungeorahm Film, Boston Investments, dan CJ E&M Film Financing & Investment & Comics pada tahun 2006 dengan rating yang cukup tinggi. Meskipun terbilang cukup tua untuk membahas film ini, namun dalam hal ini penulis berusaha mengapresiasi pembuatan film yang menyajikan gabungan animasi dan realitas dengan visual yang mulus dan jalan cerita yang sangat bermakna serta sangat relevanuntuk diulas kembali dalam situasi seperti ini. Berawal dari ide science fiction film jalan cerita film ini dikisahkan dengan uji lab atau percobaan para saintist yang dalam film ini tidak digambarkan begitu jelas dan gamblang karena mungkin ada beberapa privasi penting yang tidak bisa ditayangkan. Namun dengan awal yang demikian tampak bahwa percobaan ini lah yang sebenarnya menjadi tonggok awal permasalahan ini muncul.  

Selanjunya, dalam reka adegan lain film ini berusaha menampilkan kehidupan sederhana keluarga pemilik warung pinggiran di tepi Sungai Han yang terdiri atas Kang-ho Song sebagai Park Gang-Doo, Hee-Bong Byun sebagai Park Hie-bong, Hae-il Park sebagai Park Nam-il, Doona Bae sebagai Park Nam-Joo, Go Asung sebagai Park Hyun-seo. Pada suatu ketika, bersamaan dengan hari pertandingan panah Park Nam-Joo yang digambarkan sebagai salah satu alet panah Korea Selatan sedang bertanding dan Park Gang-Doo, Park Hie-bong, Park Hyun-seo yang merupakan saudaranya tengah asik menonton pertandinganyamelalui siaran TV. Selang beberapa waktu muncul monster dari dalam sungai (mungkin karena lapar dan ingin memangsa manusia) di tepian sungai yang pada waktu itu kondisinya sangat ramai. Banyak sekali korban saat kejadian tersebut terjadi, malangnya salah kejadian tersebut juga harus dirasakan oleh keluarga dalam cerita, singkat cerita Park Hyun-seo pada waktu itu dikisahkan terculik monster besar dan jahat itu lalu dibawa ke gorong-gorong sungai tempat persembunyian monster tersebut namun Park Hyun-seo tidak mati di perut monster tersebut dan dimuntahkan oleh monster tersebut di gorong-gorong sungai. Setelah kejadian tersebut  Bantara Sunga Han di evakuasi dan beberapa korbanya diamankan termasuk keluarga dalam cerita setelah selesai melakukan upacara kematian massal disebuah tempat uapacara pemakaman, akhirnya ke-4 anggota keluarga yang tersisa harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit secara paksa oleh pihak-pihak berwenang dengan dalih penyelamatan namun sebenarnya itu semua hanya akal-akalan para pemangku kepentingan (let’s check, kalian harus nonton J). Diakhir cerita, keluarga tersebut pada akhirnya dapat menyelamatan anggota keluarganya yang hilang namun dalam kondisi Park Hyun-seo yang tidak bernyawa lagi dan disaat yang bersamaan anggota keluarga dalam cerita tersebut dikisahkan dapat membunuh monster tersebut dengan cara yang tak disangka-sangka bahkan dalam kondisi yang sama pihak berwenang yang juga berusaha membunuh monster tersebut tidak dapat menjalankan misinya.  

Film ini secara tidak langsung berusaha menunjukkan bahwa tidak selamanya sains menjadi ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan oleh manusia, terkadang dengan sains manusia justru menjadi lebih serakah ingin membuat sesuatu yang bahkan berpotensi untuk menghancurkan dan memusnahkan peradabanya sendiri. Artinya terkadang ilmu pengetahuan tak selamanya dapat dijadikan pegangan hidup manusia hanya dengan logika, perlu perasaan dan faktor lain (bencana mungkin L) untuk menunjukkan realitas yang sebenar-benarnyanya sedang atau telah terjadi. Dalam fillm ini pengetahuan dijadikan sebagai objek yang kapanpun dapat menjerumuskan manusia dan menjadi salah satu ancaman peradaban manusia, dengan pengetahuan terkadang manusia lupa bahwa pengetahuan berfungsi sebagai alat untuk mencari tahu ketidak tahuan, bukan dijadikan sebagai senjata mengelabuhi orang-orang dengan kondisi ‘‘tidak tahu’’. Sedangkan kita ketahui bersama bahwa pengethuan adalah cipta karsa dan rasa manusia untuk mengungkap ketidak tahuan dan mencari solusi atas permasalahan, bukan untuk mencari masalah baru. Protes alam akan selalu realistis, alam akan bereaksi dengan apa yang diperbuat oleh manusia, ketika ada oknum manusia yang berusaha menyalah gunakan pengetahuan dengan memanfaatkan alam, maka reaksi alam akan muncul sebagai sebuah sebab-akibat, dan apa yang menjadi reaksi alam ketika perbuatan manusia itu buruk maka sudah pasti bahwa reaksi tersebut akan mengarah pada protes alam yang dapat berwujudkan apapun termasuk dengan adanya kehadiran monster seperti dalam film ini ataupun kehadiran pandemic di era ini.          

Book Of The Month : Sherlock Holmes – The Valley of Fear oleh RFA

Book Of The Month : Sherlock Holmes – The Valley of Fear oleh RFA

Judul               : Sherlock Holmes  – The Valley of Fear

Penulis             : Sir Arthur Conan Doyle

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Alih Bahasa     : Sendra B. Tanuwidjaya

Genre              : Fiksi

The Valley of Fear atau sering dikenal sebagai lembah ketakutan merupakan salah satu dari sekian banyak seri kasus Sherlock Holmes yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Seperti karya-karya milik Sir Arthur yang lain, The Valley of Fear membawakan genre fiksi yang menekankan pada sisi kriminal dan thriller.

Cerita ini dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama menceritakan perjalanan Sherlock Holmes yang merupakan detektif swasta dengan kemampaun diatas rata-rata detektif manapun termasuk para anggota dari Scotland Yard -kantor detektif resmi London- dan partnernya Dr.Watson yang merupakan pensiunan Departemen Medis Angkatan Darat. Mereka mendapatkan surat yang berisi permintaan bantuan untuk menyelesaikan kasus Mr.Douglass dari Brilstone Manor yang ditemukan tewas dengan tragis di rumahnya. Mr.Douglass ditemukan tewas malam hari dengan muka yang hancur akibat tembakan dari pistol tabur.

Pada bagian dua, dikisahkan latar belakang Mr.Douglass yang menyamar sebagai anggota Scowrer atau kelompok 341 di Lembah Vermissa atau sering disebut sebagai lembah ketakutan. Lembah ini merupakan tempat yang terkenal keras dan brutal di bumi, lembah ini di kuasai oleh McGinty sebagai orang berdarah dingin yang sering memeras dan membunuh. Mr.Douglass memiliki nama samaran JackMcMurdo, ia bertugas untuk menggulingkan pemerintahan McGinty di Lembah Vermissa. Namun, dalam menjalankan tugasnya ia jatuh hati kepada Ettie pemilik rumah sewaan yang ia tempati. Kisah cintanya tidak berjalan mulus karena Ettie ternyata telah bertunangan dengan Ted Baldwin, seorang berdarah dingin yang menjadi kaki tangan McGinty.

Dua bagian dari cerita ini memang terpaut jangka waktu yang sangat jauh. Namun, keduanya memiliki hubungan yang begitu erat, dimana ditemukan kaitan bahwa masa lalulah yang menjadi cikal bakal kematian mengerinkan yang terjadi di Brilstone Manor. Kasus ini diakhiri dengan temuan yang mengejutkan bahwa Mr.Douglass yang terlihat terkapar mengenaskan di kamarnya ternyata masih hidup ia mengatakan bahwa lelaki yang meninggal di kamarnya ada Ted Baldwin, musuh terbesarnya yang ingin membalaskan dendam dari masa lalunya karena telah mencuri Ettie tunangannya dan menghancurkan lembah Vermissa tempat hidupnya.

Buku klasik ini memiliki banyak keunggulan sehingga begitu menarik untuk dibaca. Sir Arthur mengemas buku ini dalam bahasa yang apik sehingga buku yang bergenre fiksi ini seolah-olah membawa pembaca kedalam jalan cerita yang terkesan sangat nyata. Lembah Vermissa yang digambarkan sebagai lembah ketakutan muncul dalam imajinasi pembaca dengan mudah, begitu juga kejadian-kejadian lain yang memiliki detail luar biasa dalam penulisannya. Tak heran jika buku klasik ini terus menerus dicetak hingga dijadikan film selain karena memiliki alur dan penulisan yang sangat baik, buku-buku milik Sir Arthur juga selalu memuat kasus-kasus besar yang penyelesaiannya selalu berada diluar perkiraan para pembaca.