Book Of The Month : “DISGUISED-Sang Penyamar” (Review oleh Shila, Sosiologi 2019)

Judul               : DISGUISED-Sang Penyamar

Pengarang      : Rita La Fontaine de Clercq Zubli

Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama

Kota Terbit    : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Tebal Buku    : 384 halaman

            Buku karya Rita La Fontaine de Clerq Zubli ini dituturkan berdasarkan kisah nyata kehidupan penulis pada saat pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Di dalam buku ini mengisahkan tentang seorang anak bernama Rita La Fontaine de Clerq Zubli yang harus melakukan penyamaran sebagai sosok anak laki-laki. Penulis mengangkat beberapa tokoh dalam karyanya yaitu ayahnya Victor, ibunya Paula, tantenya Tante Suus, dan kedua adiknya laki-lakinya yang bernama Ronald dan Rene. Perebutan kekuasaan terhadap Hindia Belanda yang dikuasai terlebih dahulu oleh Belanda membuat Jepang menggunakan strategi licik dengan menahan para keturunan Eropa termasuk Belanda. Rita sendiri merupakan seorang anak keturunan Indo-Belanda. Penahanan yang dilakukan oleh Jepang berlangsung cukup lama. Di dalam buku ini menceritakan bagaimana Rita dan beberapa tokoh lain yang turut ditawan bertahan dari perilaku bangsa Jepang. Cerita dari bab ke bab disampaikan dengan cukup baik dan terkesan memasukkan pembaca ke dalam dimensi masa itu. Penggunaan bahasa campuran berupa Belanda, Jepang, Indonesia serta beberapa istilah lain membuat buku ini tersaji dengan baik dan menambah wawasan pembaca. Kisah nyata yang disampaikan oleh penulis seakan membuat pembaca semakin tertarik karena berdasarkan sudut pandang pelaku sejarah pada saat itu. Klaim buku mengenai memoar masa perang cukup terasa sampai-sampai pembaca yang menghayatinya akan merasakan atmosfer masa itu. Namun sisi kesejarahan buku ini mungkin bagi beberapa orang yang memiliki dasar ketidaksukaan pada sejarah mungkin akan merasa sedikit bosan. Buku ini memang cocok untuk para penggemar sejarah bangsa terutama yang ingin mengetahui bagaimana kehidupan di masa transisi kekuasaan Belanda dan Jepang. Akan tetapi buku ini menyajikan sudut pandang yang cukup pro Belanda, karena itu buku ini dianggap memiliki tingkat subjektivitas pada tokoh utama yang cukup tinggi intensitasnya.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *